Pengalaman saya...
Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya mempersiapkan diri ketika akan mengikuti seleksi penerimaan pegawai PLN untuk jalur lintas kerjasama PLN-dan Kampus.
Jadi, saya awalnya merupakan mahasiswa Reguler (Non-Kelas Kerjasama ak. Belum tes) di kampus STT-PLN untuk jalur jenjang S1 , jurusan Teknik Informatika. Untuk tambahan informasi, sampai saat saya memposting blog ini, STT-PLN adalah satu satunya kampus kerjasama PLN yang menyediakan kerjasama untuk jenjang S1. Adapun jurusan yang dibuka jalur kerjasamanya adalah jurusan :
1. Teknik Elektro
2. Teknik Informatika
3. Teknik Sipil
4. Teknik Mesin
Mungkin sekedar merekomendasikan juga kepada teman-teman yang berniat untuk mencoba jalur kerjasama PLN pada Jenjang S1 ( untuk jenjang D3 hanya menerima jurusan teknik Elektro dan Teknik Mesin saja ) bisa daftarkan diri jadi mahasiswa kampus STT-PLN Jakarta dulu tentunya dapat lulus setelah mengikuti seleksi penerimaan Mahasiswa baru terlebih dahulu yaaa.
Eits, tapi tidak sampai disitu, ketika diterima di salah satu jurusan di kampus STT-PLN, perjuangan baru dimulai. Saya melakukan tes rekruitment pegawai via kelas kerjasama itu pada di semester 5 dengan melalui beberapa tahap. tahap ini antara lain :
1. Seleksi Nilai
Tes berkas disini tidak seperti tes untuk rekruitment jalur umum yang harus melampirkan berbagai macam berkas. Seleksi berkas disini itu maksudnya ada beberapa hal yang akan dicek dan dipastikan oleh pihak penyelenggara rekruitment PLN. Syarat kelulusan untuk menuju tahap berikutnya berupa:
- IPK minimal 2,75 (Kebangetan kalo sampai dibawah ini, dan nilai 2,75 itu khusus untuk kampus jurusan teknik yaaa)
- Maksimal umur 25 tahun ( nah, kalo ini saya juga baru tau ketika tes, ada beberapa teman angkatan saya yang tidak diikutkan dalam seleksi, usut punya usut ternyata karena umur mereka melewati batas umur maksimal penerimaan, dimana umur 25 tahun ini ketika kita menempuh pendidikan pada semester V tahun berjalan)
- Udah itu aja
2. Tahapan 1 : Psikotes
Tahapan ini berupa pelaksanaan tes psikotes. Tahapan ini dilakukan secara offline, alias kita melakukan pengerjaan secara manual menggunakan ATK. untuk pelaksanaannya sendiri ada beberapa tahapan soal.
- Tes potensi akademik. Pada tes ini, kita mengerjakan banyak jenis soal matematika dasar dan juga persamaan. soal matematika dasarnya itu lebih kepada soal cerita dan kita menghitung hasil dari soal cerita yang dikerjakan. Jadi buat teman teman yang memang lemah dipersamaan, kalo saran saya mulailah belajar :) :). Soal potensi kedua adalah sejenis soal sinonim atau antonim ( pokoknya sejenis itulah) untuk persamaan sinonim itu, bisa kamu kerjakan dengan sering pengerjakan contoh contoh soal juga. biasanya anonim ataupun sinonim kata yang disoal hampir sama seperti soal soal yang ada diinternet atau buku-buku. pokoknya untuk soal TPA bagian ini banyakin baca bukunya.
contoh soal Psikotes 1
- Tes potensi bagian 2
Selanjutnya melewati tes koran kita bakal masuk ke tes konsistensi ( ini sebutanku aja, soalnya gatau tesnya namanya apa ). jadi soalnya begini, kamu bakal dikasi 2 pilihan jawaban, semisal :
a. saya kreatif
b. saya adalah pekerja keras
dari dua jawaban ini kamu harus pilih salah satu, nanti bakal ada pertanyaan yang selanjutnya :
a. saya senang berinteraksi
b. saya kreatif
pertanyaan sampai kebawah bawah itu bakal liat bagaimana konsistensi kamu sama jawaban yang kamu kasi. bisa jadi dalam 50 soal yang diajukan, ada 3 pertanyaan yang menampilkan pilihan jawaban yang sama, jadi kamu harus benar benar konsisten dan konsentrasi dalam mengisi jawaban.
Selanjutnya adalah tes warteg. sebenarnya tes ini sederhana, kita hanya harus menggambarkan sebuah objek dari gambar yang telah ada sebelumnya dikertas soal. gambar apapun dan jenis apapun terserah dari peserta ujian. jika sudah digambar kita akan disuruh memilih gambar yang disukai dan tidak disukai beserta alasannya. sebenarnya soalnya sederhana tetapi banyak banget yang gagal karena tes ini, menurut analisa saya, banyak teman teman yang gagal ditahap ini dikarenakan terlalu terpaku buku/ jawabannya membaca dibuku. kebanyakan buku psikotes itu memberikan jawaban atau mengarahkan pembaca untuk menggambar sesuai dengan keinginan dari perusahaan. padahal sebenarnya untuk tes warteg ini kita cukup menjadi diri sendiri saat menggambar, kalau kita gambarnya sesuai buku padahal tes sebelumnya kita jawabnya sesuai kepribadian diri tentu saja tidak akan sinkron bukan ? jadi intinya, tetaplah jadi diri sendi. kalau masih ragu, kalian bisa baca tips sederhana menggambar untuk tes wartegnya dengan catatan tidak menyamakan gambar seperti yang dibuku. contohnya seperti ini : dites warteg itu kita diberitahu, jika objek gambar awal adalah garis lurus , maka gambarlah objek yang bukan benda hidup, contohnya bangunan. kalau gambar objek awal adalah spiral atau bergelmbang, kalian bisa menggambar objek hidup. cukup mengetahui tips ini kalian bisa menggambar sesuai dengan kreatifitas dan keinginan kalian. jangan sampai sama persis atau nyontek dibuku. tips ini juga berlaku ketika kita disuruh menggambar pohon atau objek manusia. Tapi catatan untuk tes menggambar objek manusia : yang digambar usahakan sesuai dengan gender peserta tes dan gambarlah orang yang sedang mengerjakan sesuatu. Kalo pengalaman ribadi saya, saya menggambar adek yang lagi pegang sapu (bersih-bersih).
3. Tes Kesehatan
- Tes kesehatan Luar
- Tes kesehatan dalam
4. Tes Wawancara
Tes ini bisa dibilang adalah tes penentu, tapi kalian yang sudah lolos dari tes sebelumnya jangan menyepelekan karena di tes ini tentu saja masih ada yang gagal. Pada tes ini kita bakalan diwawancarai sama 2 orang, pertama adalah psikolog dan yang kedua adalah perwakilan dari Div. SDM/ Div. Talenta ( Lupa eyy ) . Disini kita bakal ditanyain tentang kegiatan kita, tapi yang perlu digaris bawahi sebenarnya mereka mau liat seberapa cocok jawaban kita sama hasil psikotes awal yang udah kita terjakan, dan mengecek juga bagaimana problem solving ketika kita menghadapi sebuah masalah.
Setelah rangkaian tes diatas kalian lalui, dan lulus, berarti selamat !!! kalian resmi jadi Mahasiswa kelas kerjasama PLN :) :) kalau sudah TTD kontrak jangan lupa tetap jaga kesehatan yaaaaa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar